Anda sedang bersama:

Catatan si(mBah)Bagong

21 September 2010

Mengontrol penggunaan uang

Bisnis on line merupakan salah satu cara mengatasi masalah keuangan. Tapi setelah beberapa waktu saya pelajari, ternyata bukan juga. Secara teori, dari berbagai informasi dan forum, bisnis on line bukan untuk ‘mengatasi kemiskinan’, tapi cara menambah kaya diri dengan menggunakan kecerdasan dan kadang kelicikan.
Karena pebisnis on line bukan saja harus cerdas (baca: ‘banyak akal’) tapi juga ‘bermodal’, artinya sebenarnya sudah punya uang. Ternyata bisnis on line itu banyak biasnya. Sesuai dengan medianya yang bersifat maya.
Pada artikel saya ini akan anda baca beberapa cara untuk menambah kaya diri dalam dunia nyata. Nanti, kalau saya bisa membuktikan diri bisa menjadi kaya dengan cara ini, baru saya bisa cerita bagaimana cara menambah kaya diri di dunia nyata lewat dunia maya. Cara yang saya coba ini adalah berprinsip pada pepatah ‘sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit’. Yaitu dengan comot yang sana dan comot yang sini untuk mengakumulasikannya ke dalam lain pundi. OK, mari kita coba bersama resepnya yang pada dasarnya berpegang pada ‘ilmu pengiritan’. Yaitu, jangan gunakan uang anda untuk hal-hal yang tidak perlu.
[1] Kurangi merokok, kalau bisa malah hentikan sama sekali. Karena merokok bisa merusak janin dan mengakibatkan impotensi. Susah kan kalau sampai loyo!!!
[2] Jangan minum minuman beralkohol. Karena bisa berdampak penyakit kronis. Kalau sampai sakit, biayanya mahal. Bahkan seandainya sampai matipun yang anda tinggalkan tetap akan mengeluarkan biaya sampai 1.000 hari setelah kematian anda tetapi anda tidak turut menikmati.
[3] Bedakan antara kebutuhan dan keinginan. Ini juga melatih mengendalikan mental royal anda.
[4] Jangan anggap remeh uang receh kembalian dari supermarket. Karena itu sebenarnya sumberdaya ekonomi besar yang manfaatnya bisa muncul dengan tiba-tiba.
[5] Lakukan penghematan pemakaian sumberdaya energi seperti air dan listrik. Itu lho seperti yang diiklankan di TV.
[6] Pandai-pandailah berhitung. Bukan hanya dalam aspek keuangan saja tapi aspek lainnya dengan menjawab ‘perlukah adanya pembantu di rumah kita?’
[7] Sekali-sekali paksa kaki anda bekerja. Kecuali sehat juga hemat BBM. Masak 100-200 meter saja harus bermotor.
[8] Catat segala keperluan yang akan dibeli sebelum masuk mall. Supaya tidak menyesal karena membeli barang yang tidak ada dalam daftar belanjaan anda. Ini umum terjadi.
[9] Bawalah masakan sendiri ke kantor sebagai bekal daripada ke kantin. Toh ngrumpi di ruang kerja saat jam istirahat sambil lunch tidak dilarang. Tidak harus ngrumpi di kantin.
[10] Kalau hobby baca, gunakan perpustakaan yang ada. Atau tukar menukar bacaan dengan teman.
[11] Sambil bersilaturahmi bisa barter mainan yang anak kita sudah bosan dengan milik anak teman atau keluarga yang lain.
[12] Bayar tagihan tepat waktu, daripada kena denda, uang melayang tak jelas gunanya.
[13] Jangan tergiur dengan kartu kredit, itu lintah darat elektronik.
[14] Kalau bisa, nabung di satu bank saja. Semakin banyak bank, semakin banyak potongan yang nggak jelas juntrungnya.
[15] Jangan tergiur barang yang cuma demi penampilan yang tak jelas manfaatnya. Cuma bikin rumah sumpek.
Dan masih banyak lagi kok ‘ilmu pengiritan’ yang bisa dipraktekkan. Kalau anda disiplin mempraktekkan dalam 10 tahun anda pasti sudah lebih kaya. Kalau sudah kaya jangan lupa Bagong ya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar