Anda sedang bersama:

Catatan si(mBah)Bagong

20 September 2010

Uang Bukan Tujuan Hidup

Jamur bernama kartu kredit
Kita semua tahu betapa pentingnya uang. Di jaman serba digital ini, tanpa uang kita memang tidak bisa berbuat apa-apa ... Namun, jika kita hanya peduli tentang mencari uang dan tidak ada lainnya lagi, banyak bagian dari kehidupan kita tetap mengecewakan, bahkan dapat membawa kita pada berbagai masalah.

Uang bukan tujuan dalam hidup, tapi sarana untuk mengelola hidup.
Karena itu seharusnya tidak lebih penting daripada martabat dan prinsip-prinsip moral kita, dan lebih baik saya sedikit kere/mlarat daripada mencuri uang orang lain atau melakukan hal-hal yang tidak jujur untuk mencapai tujuan anda. Di sisi lain, saya tidak seharusnya membenci kehidupan pribadi saya karena terlalu sibuk mencari uang untuk membayar berbagai tagihan, jika tidak, saya tidak akan punya keluarga. Kalau demikian, untuk apa anda bekerja begitu keras, jika pada akhirnya anda ditinggalkan sendirian? Anda akan kesepian. Istri atau suami anda membutuhkan perhatian anda juga. Anak-anak anda memerlukan kehadiran anda.
Jika anda hanya peduli dengan uang, tanpa mendedikasikan waktu kepada orang-orang yang anda cintai, mereka akan meninggalkan anda. Kesalahan tersebut, juga akan merusak kesehatan mental anda. Anda akan mulai merasa tertekan, dan depresi, anda dengan mudah bisa menjadi sakit jiwa. Anda suka begitu? Kecuali kalau suami atau isteri dan anak anda memang cuma butuh uang, bukan butuh anda.
Anda harus dapat mendefinisikan pentingnya uang dengan baik.
Jika Anda terobsesi untuk menjadi kaya dan memelihara posisi anda itu, anda berada di wilayah yang sangat berbahaya.
Perhatikan cara anda menggunakan uang. Jika anda terlalu kaya dan kuat, anda dapat membuat banyak kesalahan serius tanpa memahami apa yang anda lakukan, dan tak seorang pun akan mengingatkan anda. Tak seorang pun akan berani melawan anda jika anda seorang milioner, dan ini berarti anda bisa bebas melakukan hal-hal yang paling mengerikan, tanpa dicegah atau dihukum sebagai kompensasi kelakuan anda itu.
Apakah posisi anda yang penuh kekuasaan, kuat dan tanpa bisa disalahkan adalah salah satu hak istimewa anda? Bila anda berpikir demikian, maka anda telah membiarkan egosime anda menjamur menggerogoti dan menguasai anda. Sangat mungkin anda akan dikelilingi para pengkhianat yang penuh iri. Jagalah dan peliharalah prinsip-prinsip moral anda demi keseimbangan anda.




Jika anda terlalu egois dan serakah mulailah belajar bagaimana menjadi orang yang murah hati dan membantu masyarakat miskin. Mereka membutuhkan kasih sayang anda karena mereka tidak memiliki kesempatan yang sama seperti anda. Mereka tidak seberuntung anda.
Jangan biarkan kekurangan uang menjadi mimpi buruk dalam hidup anda. Kekurangan uang bukan hal terburuk anda. Bersyukurlah untuk kesehatan anda, dan bekerjalah tanpa obsesi untuk menjadi kaya yang berlebihan. Ingatlah bahwa masalah-masalah psikologis yang dipicu oleh amoral dan keserakahan adalah hal lebih buruk dari kemiskinan.
Anda harus benar-benar mengalami kekurangan uang untuk sepenuhnya memahami dan menghargai hal yang sangat penting ini. Tapi jangan sampai benar-benar mlarat. Untungnya saya tidak pernah benar-benar miskin, maksud saya sampai kelaparan, hidup di jalanan atau tangan menengadah di jalanan atau ‘door to door’. Namun saya juga tidak pernah kaya. Selama 60 tahun menghuni bumi ini saya selalu merasa masih lebih kaya dari yang lebih mlarat/miskin. Untuk artikel ini saya cuma bicara tentang materi saja lho ya! –

Tidak ada komentar:

Posting Komentar